Macam-macam Istilah Dalam Forex
| Macam istilah dalam forex |
A
AGREEMENT : Kontrak perjanjian antara nasabah
dan pialang yang menyangkut masalah regulasi transaksi dan investasi.
AMERICAN OPTION : Option yang hanya bisa di
exercise pada tanggal berapapun sampai dengan tanggal terakhir option harus di
exercise.
ASCENDING TRIANGLE : Pola berulang-ulang yang
merupakan masa dari pembentukan konsolidasi yang berlangsung dalam kondisi
harga stabil tinggi dan terjadi peningkatan posisi harga-harga terendah.
AVERAGE HOURLY EARNINGS : Tingkat pertumbuhan
antara tingkat rata-rata per jam dalam satu bulan dan tingkat pertumbuhan upah,
sehingga dapat pula dijadikan indikator inflasi. Tingkat per tahunnya juga
penting disimak untuk memberikan gambaran trend jangka panjang.
AVERAGING : Melakukan transaksi dengan posisi
yang sarna pada saat dalam keadaan floating loss ataupun floating profit, di
mana posisi pertama dibiarkan terbuka dan kita masuk lagi dengan transaksi
kedua.
Above The Market Perintah untuk menjual
sekuritas atau surat berharga di atas harga pasar saat itu.
Acceleration Theory Teori yang mengatakan bahwa
perubahan pada tingkat konsumsi akan mengakibatkan perubahan yang bahkan lebih
besar pada jumlah pembelian dan tingkat produksi. Tindakan ini dilihat sebagai
salah satu bentuk pendorong inflasi.
Acceptance Persetujuan untuk membeli atau
menjual sekuritas/kontrak mata uang tertentu pada tanggal tertentu dan dengan
harga tertentu dimasa depan.
Account Semua catatan pembukuan yang menyangkut
berbagai transaksi seorang nasabah, termasuk saldo kredit atau debit, floating
loss/profit dan nilai buku riil.
Account Balance Selisih antara debit dan kredit
dalam suatu rekening. Bila debitnya lebih besar dari kredit, maka rekening
tersebut dikatakan memiliki saldo negatif. Dalam istilah lain disebut defisit.
Sedangkan sebaliknya disebut surplus.
Account Executive Seorang karyawan dari
perusahaan pialang/dealer suatu perusahaan pialang saham/valas, disingkat AE.
AE padat mengajukan order beli atau jual terhadap sekuritas/mata uang, dan
diijinkan mengelola rekening klien. Di negara-negara yang sudah maju, jabatan
AE harus memiliki izin/sertifikasi dari badan bursa nasiobal setempat.
Account Statement Laporan berkala yang
menjelaskan status dari berbagai transaksi beli/jual sekuritas/kontrak mata
uang seorang nasabah.
Accounting Rate of Return Tingkat laba
akuntansi. Laba yang dihasilkan selama suatu periode akuntansi dibagi dengan
jumlah uang yang diinvestasikan selama periode yang sama.
Accomodation trading Trading tanpa lawan transaksi,
biasanya dengan bantuan trader ilegal.
Analisa Fundamental Analisa ekonomi dan politik
dengan tujuan menentukan nilai tukar dimasa yang akan datang.
Analisa Teknikal Sebuah upaya peninjaulan atau analisis
harga sebuah mata uang dengan mempergunakan data statistik seperti harga yang
telah terjadi, harga rata-rata, volume, dan lain-lain.
Apresiasi Penguatan sebuah mata uang atau saham,
dari akibat respon positif atau deman yang lebih tinggi dari partisipan
pasar.
Arbitrage Pembelian atau penjualan saham/valuta
asing/longam mulia/obligasi/atau komuditas lain dari satu pasar ke pasar
lainnya yang terpisah tetapi berhubungan. Peluang arbitrage muncul saat dua
perusahaan berencana melakukan merger atau ketika suatu kontrak mata uang
ditransaksikan di lain jenis pasar, agar didapat keseimbangan nilai atau
selisih kurs spot lewat cross rate.
Arbitrage Bond Obligasi-obligasi minisipal yang
diterbitkan dengan tujuan untuk mendanai ulang obligasi berbunga lebih tinggi
sebelum obligasi ini boleh ditebus. Untuk mendapatkan keuntungan suku bugan,
dana hasil penerbitan baru diinvestasikandalam sekutiras-sekuritas surat utang
tertentu sampai tanggal penebusan tiba.
Arithmatic Investing Metode investasi yang
mengurangi resiko yang dihadapi investor dengan cara mengestimasi tingkat
keuntungan sepanjang peroide waktu tertentu.
Around Beberpa poin diatas atau dibawah harga target (harga par). Misalnya, ketika mengkuotasikan premium atau harga spot yang ingin dibeli/jual. Istilah three-three around berarti 3 poin dibawah atau diatas harga yang diinginkan.
Asian Development Bank Sebuah bank internasional
yang berkantor pusat di Filipina yang membantu pertumbuhan sosial dan ekonomi
di Asia dengancara memberikan pinjaman kepada negara-negara miskin.
Ask Price Harga penawaran penjualan suatu kontrak mata
uang/saham.
Asset Segala sesuatu yang dimiliki oleh
perusahaan atau individu, dari mulai bangunan, perlalatan, hingga aktiva yang
tak berwujud seperti paten dan reputasi.
Asset Allocation Alokasi investasi dalam
berbagai asset demi meraih tujuan-tujuan tertentu seperti level resiko, tingkat
keuntungan, dan potensi apresiasi.
Asset Backed Security (ABS) Obligasi-obligasi
yang dijamin(di-back up) oleh piutang, seperti kartu kredit, mobil, sewa guna
peralatan, kredit personal tanpa jaminan, rumah, serta asset lainnya yang
bergerak. Sekuritas ini biasanya dirancang agar mendapatkan rating kredit yang
tinggi.
Asset Play Sebuah sekuritas/saham yang menarik,
karena harga pasarnya tidak mencerminkan nilai dari asset-asset
perusahaannya.
Asset Valuation Estimasi nilai suatu asset yang
akan menjadi dasar pengenaan pajak.
At Best Perintah untuk membeli sekuritas pada harga
terbaik tersedia.
At Risk Kemungkinan kerugian. Investor-investor
dalam persekutuan terbatas (limited partnership) dapat menerima pengurangan
pajak jika tingkat keuntungan atas investasi mereka tidak terjamin.
Aussie merupakan nama lain untuk pasangan mata
uang AUDUSD
B
BALANCE : Dana real yang ada pada account.
BAR CHART : Cara yang paling umum dalam membentuk/menggambarkan
grafik harga. Setiap ketinggian harga yang digambarkan menunjukkan posisi harga
maksimal atau minimal selama pasar berlangsung sesuai dengan jangka waktu yang
terdapat pada bar. Tanda garis datar ditempatkan pada saat pasar terbuka atau
tertutup sesuai dengan periode waktu yang diwakilkan oleh grafik.
BEAR-FLAG : Koreksi/perubahan yang saling
berkaitan dimana bergerak perlahan ke atas melawan trend/kecenderungan.
BEARISH MARKET : Keadaan dimana tren mata uang
cenderung untuk turun.
BLOW-OFF : pergerakaan ke atas dengan tingkat
volatilitas yang tinggi dan berbahaya, yang mendefinisikan pergerakan terakhir
menuju kondisi pasar yang euphoria/bergejolak.
BOE : Bank of England, bank sentral Inggris.
BOTTOMING TAIL : Istilah area sumbu bawah
tiap-tiap lilin pada grafik, yang menunjukkan adanya lonjakan harga setelah
terjadi penutupan harga jual.
BOUNCE : Perilaku berbalik dari kondisi
mendorong (support) atau menahan (resistance). Biasanya menunjukkan pergerakan
titik acuan yang cepat dan fluktuatif.
BOUNCE TRADERSCALP : Strategi
pertukaran/perdagangan yang menargetkan posisi awal jauh dari area support atau
resistance dan akan ke luar dari aktivitas jual beli setelah pasar mengalami
melonjak berbalik secara tiba-tiba.
BREAKAWAY GAP : Pergerakan yang memiliki trend
yang kuat, dimana diawali dengan adanya rentan yang terarah pada trend. Rentan
menggambarkan kegagalan penyesuaian pada trend yang ada selama setengah jam
awal perdagangan/pertukaran.
BREAKDOWN : Perilaku harga yang memotong dibawah
tingkat harga terendah, atau posisi harga minimum terendah. Pola yang berdasar
pada perpotongan harga tingkat resistance.
BREAKEVEN : Tingkat dimana perdagangan akan
bergerak dari kondisi untung menuju rugi, kadang kala digunakan untuk berhenti
melakukan aktivitas di pasar.
BREAKOUT : Perilaku harga yang memotong diatas
tingkat harga tertinggi, atau posisi maksimum harga tertinggi.
BULL FLAG : Koreksi/perubahan yang saling
berkaitan dimana bergerak perlahan ke bawah melawan trend/kecenderungan
pasar.
BULLISH MARKET : Keadaan dimana tren mata uang
cenderung untuk naik.
BUSINESS INVENTORIES : Angka persediaan barang
yang telah diproduksi namun belum terjual. Merupakan salah satu komponen dalam
perhitungan GDP dan dapat memberikan petunjuk penting mengenai arah
perekonomian di masa yang akan datang.
C
C S P I : Adalah kependekan dari Corporate
Services Price Index, merupakan indeks yang mengukur tingkat perubahan harga
dari sektor jasa.
CALL OPTION : Call option memberikan hak kepada
buyer untuk membeli instrument underlying.
CANDLESTICK CHART : Grafik informasi harga versi
Jepang, dimana mengisi ruang antara pembukaan dan penutupan harga pada bar.
Grafik tersebut memudahkan indentifikasi pola harga dan naik-turunnya
pasar.
CAPITULATION : Istilah masa yang menggambarkan
proses pasar. Periode tersebut merupakan saat dimana terjadi penjualan secara
besar-besaran, yang terkadang mengakibatkan kondisi sebaliknya.
CBI SURVEY : Organisasi pengusaha terbesar di
Inggris, memfokuskan pada menciptakan mempertahankan kondisi ideal bagi
kompetisi dan kemakmuran yang optimal bagi semua. CBI menerbitkan survei tiap
bulan dan empat bulan sekali terhadap penilaian pada sektor jasa dan manufaktur
masa lalu, saat ini, dan yang akan datang. Indeks yang dihasilkan menunjukan
pandangan responden untuk berbagai hal seperti output, penjualan, harga,
investasi, dan permintaan ekspor/impor.
CHAOS : Periode ketika pasar tidak beraturan dan
pergerakan harga yang fluktuatif.
CHART READING : Sarana melakukan estimasi
kemungkinan pergerakan harga melalui analisa harga dan informasi
volume/kuantitas yang terdapat dalam bentuk grafik.
CLOSE : Istilah yang digunakan menggambarkan harga terakhir pada suatu periode perdagangan.
COMMERCIAL PAPER : Surat berharga jangka pendek
yang umumnya memiliki waktu jatuh tempo kurang dari satu tahun dan digunakan
untuk memenuhi kebutuhan pendanaan jangka pendek.
CONGESTION : Istilah masa yang menggambarkan proses pasar. Periode tersebut merupakan saat dimana terjadi penjualan secara besar-besaran, yang terkadang mengakibatkan kondisi sebaliknya.
CONSISTENCY : Kata yang menjelaskan suatu
kondisi menguntungkan secara terus menerus (berkesinambungan) dan juga
menggambarkan tindakan untuk tetap pada suatu strategi dalam suatu jangka waktu
tertentu.
CONSUMER CONFIDENCE : Data ini mengukur tingkat
optimisme konsumen terhadap performa perekonomian. Pada umumnya, Consumer
Confidence akan tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan GDP tinggi. Data
(perubahan) per bulan ini dianggap tidak berdampak signifikan pada tren secara
keseluruhan.
CONTINUATION PATTERN : Pola harga yang memprediksikan kemungkinan harga yang mengawali pembentukkan trend.
CONTRACT SIZE : Ukuran dari suatu kontrak
perdagangan mata uang asing.
CREDIT DERIVATIVE : Suatu perjanjian yang
memindahkan potensi kejadian risiko kredit dari suatu pihak kepada pihak lain.
Kejadian risiko kredit dapat berupa pailit, penurunan peringkat kredit (rating)
atau bentuk kejadian lainnya.
CROSS RATE : Nilai kurs antara dua mata uang diluar mata uang USD.
CURRENT ACCOUNT : Adalah selisih antara total
ekspor dan impor barang, jasa, dan transfer. Merupakan bagian dari neraca
perdagangan. Dalam perhitungannya, Current Account tidak mencakup
transaksi-transaksi asset finansial dan kewajiban (hutang). Data ini merupakan
indikator tren perdagangan luar negeri.
CUT LOSS : Tindakan di mana kita melakukan
likuidasi posisi dalam keadaan rugi. Hal ini dilakukan untuk menghindari
kerugian yang lebih besar. Biasanya cut loss ini dilakukan pada kisaran
kerugian 30 point sampai 50 point.
D
DAILY TRADE : Transaksi yang dilakukan dalam
jangka pendek, di mana transaksi jual dan beli dilakukan dalam satu hari atau
saat itu juga.
DEALING RATE : Adalah screening harga jual dan
harga beIi dari masing-masing mata uang yang terdapat pada platform.
DESCENDING TRIANGLE : Pola berulang-ulang yang
merupakan masa dari pembentukan konsolidasi yang berlangsung dalam kondisi
harga stabil rendah (level support) dan terjadi penurunan posisi harga-harga
tertinggi (level resistance).
DISCIPLINE : Kata yang mendeskripsikan kemampuan
untuk tetap pada suatu rencana aktivitas trading, tanpa dipengaruhi oleh
kondisi emosional pasar yang naik maupun turun.
DOJI : Istilah pada grafik batang lilin Jepang,
yang menggambarkan harga penutupan atau pembukaan pada pasar tidak memiliki
perbedaan yang cukup jauh/signifikan.
DOUBLE BOTTOM : Pola berlawanan dimana harga
kembali ditawarkan, dan pola tersebut memperjelas harga terendah (support
level) yang ditawarkan oleh awal pergerekan harga rendah/turun.
DOUBLE TOP : Pola berlawanan dimana harga
kembali ke ditawarkan dan pola tersebut memperjelas harga tertinggi (resistance
level) yang ditawarkan oleh awal pergerakan harga tinggi/naik.
DOWNTREND : Kondisi pasar yang tetap rendah atau
turun secara berkelanjutan, dimana pasar digambarkan dalam kondisi harga rendah
tertinggi dan harga rendah terendah.
DURABLE GOODS ORDERS : Adalah data yang
menghitung volume (dalam dollar) pesanan dan pengiriman barang-barang yang
termasuk kategori tahan lama (barang yang usia manfaatnya 3 tahun atau
lebih).
E
ECB : European Central Bank, bank sentral zona
euro.
ECONOMIC INDICATOR : Indikator ekonomi suatu
Negara berdasarkan hasil survei badan statistik atau badan ekonomi. Biasanya
akan dikeluarkan per satu minggu dalam bentuk forecash atau perkiraan.
EDGE/POSITIVE EXPECTANCY : Pengetahuan yang
dibuktikan melalui penelitian sehingga suatu pola harga dan perilaku
pasar.
menawarkan suatu prediksi yang dapat diterima dan
menawarkan gambaran risiko untuk mendapatkan hasil yang menguntungkan secara
konsisten dari waktu ke waktu.
EFEK BERAGUN ASET : Surat berharga yang
diterbitkan oleh penerbit berdasarkan aset keuangan yang dialihkan oleh
Kreditur asal / pihak yang mengalihkan aset keuangan.
ELLIOT WAVE THEORY : Teori tesebut dibangun pada
akhir 1930-an oleh Ralph Nelason Slliot selama periode pemulihan perekonomian
Amerika. Teori ini mendefinisikan kecenderungan pasar membentuk suatu trend
yaitu lima dan tiga gelombang yang terbentuk pada pergerakan harga. Pasar
cenderung akan membentuk lima gelombang harga yang mengarah pada keseluruhan
trend pasar, kemudian akan membentuk tiga gelombang harga yang berlawanan
dengan trend pasar yang dianggap sebagai bentuk koreksi pada trend. Teori dapat
digunakan untuk mengidenifikasi area dari kemungkinan perubahan trend dan dapat
juga menghitung risiko kegagalan untuk penarikan kembali.
ENTRY ORDER : Sebuah perintah beli atau jual
mata uang pada level harga tertentu.
EQUITY : Jumlah dana yang tersedia pada account,
(balance + jumlah profit atau loss).
EUPHORIA : Istilah untuk kondisi pasar yang
menggambarkan proses transaksi di pasar dimana merupakan periode terjadinya
pembelian/peningkatan permintaan secara besar-besaran yang kadang kala mengakibatkan
kondisi yang berlawanan.
EURO : Mata uang negara-negara Eropa yang
tergabung dalam European Union(EU).
EUROPEAN OPTION : Option yang hanya bisa di
exercise pada saat tanggal terakhir option harus di exercise.
EXPIRY DATE : Tanggal terakhir option harus di
exercise.
EXPONENTIAL MOVING AVERAGE (EMA) : Indikator
teknis yang diturunkan dari pembobotan pergerakan rata-rata sederhana dari data
harga terakhir. Oleh karena itu, indikator tersebut bereaksi lebih cepat
terhadap perubahan harga terbaru.
EXPORT/ IMPORT PRICES : Meski tidak termasuk data penggerak utama market, harga-harga ekspor/impor juga berguna untuk mengindikasi tekanan inflasi dari perubahan kurs mata uang. Sebagai contoh, saat dollar menguat, harga-harga impor cenderung tertekan turun. Jika sebuah produk Jepang berharga 500 yen dan kurs saat itu satu dollar sama dengan 100 yen, harga produk tersebut dalam dollar sama dengan $5. Jika dollar menguat ke level 120 terhadap yen, maka harga produk tersebut akan turun menjadi $4.17. Meski demikian, saat dollar menguat, daya saing ekspor Amerika juga akan berkurang dan karenanya hargaharga ekpor juga akan tertekan turun karenanya. Para pakar ekonomi cenderung lebih memperhatikan data harga-harga impor yang tidak menghitung komponen minyak (Import Prices – Excl. Oil) dan hargaharga ekspor yang tidak menghitung sektor pertanian (Export Prices – Excl. Agricultural). Kedua komponen tersebut dinilai terlalu fluktuatif, mudah naik atau turun tanpa ada hubungannya dengan kurs.
F
FADERS : Traders yang menggunakan strategi
antitrend (berlawanan terhadap trend) yang dimaksudkan untuk mendapat
keuntungan dari adanya kegagalan pasar yang menggunakan strategi perdagangan
tradisional (mengikuti trend).
FALSE SETUP/TRAP SETUP : Perdagangan yang
berbasis pada sekitar perubahan harga yang akan menyebabkan kegagalan pada
rancangan besar yang mengikuti perdagangan tersebut.
FEDERAL OPEN MARKET COMMITTEE (FOMC) : Adalah
lembaga bagian dari Federal Reserve (bank sentral Amerika) yang menetapkan
kebijakan tingkat suku bunga dan kredit. FOMC merupakan lembaga pembuat
kebijakan yang paling penting dalam sistem Federal Reserve. Lembaga yang saat
ini diketuai oleh Ben Bernanke ini biasanya secara periodik mengadakan 8 kali
pertemuan dalam setahun untuk memutuskan apakah perlu atau tidak ada perubahan
dalam kebijakan moneter.
FIRE AND FORGET : Istilah militer mengenai
perintah/aturan sebagai bimbingan/acuan pribadi; Perdagangan dengan
pemberlakuan Once Cancel Other order (OCO) (lihat OCO order), tidak membutuhkan
pengaturan dari trader.
FIRST HIGHER LOW : Tanda pertama dari adanya
perubahan trend; mendeskripsikan gerakan/ayunan rendah awal yang membentuk atas
gerakan acuan rendah dalam trend pasar yang turun.
FIRST LOWER HIGH : Tanda pertama dari adanya
perubahan trend; mendeskripsikan gerakan/ayunan tinggi awal yang membentuk atas
gerakan acuan meningkat dalam trend pasar yang naik.
FOMC MINUTES : Adalah pengumuman dari Federal
Reserve yang menjelaskan tentang pertemuan yang diadakan lembaga penentu
kebijakan moneter Amerika ini sebelumnya.
FOREX : Foreign Exchange yaitu perdagangan mata
uang asing dengan mata uang asing lainnya dalam satuan kontrak, yang tidak
melibatkan fisik secara langsung melainkan hanya nilainya saja. Perdagangan
atau transaksi ini menggunakan margin sebagai jaminan transaksi.
FUTURES TRADING : Perdagangan berjangka.
G
GAP : Harga pembukaan yang lebih tinggi atau lebih rendah harga penutupan hari sebelumnya.
GAP AND FLUSH : Digunakan untuk mendeskripsikan
saat/hari dimana harga bergerak naik kemudian secara cepat turun menjauhi awal
titik perbedaan harga pada pembukaan.
GAP AND SNAP : Digunakan untuk mendeskripsikan
saat/hari dimana harga bergerak turun dan kemudian secara cepat naik menjauhi
awal titik perbedaan harga pada pembukaan.
GAP FILL : Digunakan untuk mendeskripsikan
pergerakan harga yang kembali pada kondisi hari seblum penutupan setelah
terjadi perbedaan pada pembukaan.
GAP TRAP : Jarak Perbedaan yang berdasar pada
suatu lonjakan pasar dimana pasar telah menutup mendekati posisi terendah atau
tertinggi dengan arah yang berlawanan dengan hari berikutnya, dan kemudian
mengacaukan/memotong kondisi tinggi atau rendah pada hari sebelumnya.
GROSS DOMESTIC PRODUCT (GDP) : Mengukur nilai
market barang-barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara, tanpa
mempertimbangkan kebangsaan perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa
tersebut. GDP terdiri dari 4 komponen utama yaitu: tingkat konsumsi, investasi,
pembelian-pembelian oleh pemerintah, dan total bersih ekspor. Dirilis per
kuarter, angka data ini menunjukkan persentase pertumbuhan dari kuarter
sebelumnya. Laporan GDP terbagi dalam 3 rilis: 1) advanced – rilis pertama; 2)
preliminary – revisi pertama; dan 3) final – revisi kedua dan terakhir.
Revisi-revisi inilah yang biasanya berdampak signifikan bagi market.
GROSS PROFIT : Keuntungan, yang belum dikurangi
dengan biaya-biaya lainnya.
GUARANTEED LIMITED RISK : Garansi atas batasan
resiko yang akan dialami oleh investor.
H
H I C P : Kurang lebih sama dengan Consumer Prices Index (CPI). Merupakan indikator inflasi yang dipakai oleh European Central Bank (bank sentral Eropa).
HAMMER : Istilah yang paling sering digunakan untuk
mendeskripsikan bar lilin yang membuka, menjual, kemudian berbalik untuk
menutup di atas harga pembukaan. Dapat juga digunakan untuk mendeskripsikan bar
lilin untuk pembelokan tren pasar menurun yang membuka dan bergerak kuat
kemudian kembali untuk menutup pada harga di bawah harga pembukaan.
HIGH : Istilah yang digunakan untuk
mendeskripsikan harga tertinggi pada perdagangan dalam suatu periode yang
sedang diamati.
HIGH RETURN : Tingkat keuntungan yang akan
dialami sangat tinggi.
HIGHER HIGH : Pergerakan harga di dalam suatu
tren naik yang sudah ada dimana memotong di atas gerakan naik awal.
HOUSING STARTS & BUILDING PERMITS : Housing
starts adalah data bulanan yang menghitung jumlah pembangunan unit perumahan
baru per bulannya. Sebagian besar data Housing Starts dikumpulkan dari jumlah
aplikasi dan ijin (permits) untuk pembangunan rumah. Data ini termasuk
indikator utama. Pentingnya data ini terletak pada kemampuannya untuk memicu
perubahan kondisi perekonomian, memprediksi perubahan tingkat pertumbuhan.
Turunnya jumlah unit perumahan baru dapat memperlambat perekonomian dan
mendorong ke arah resesi. Sebaliknya, peningkatan pada jumlah unit perumahan
baru mengindikasikan tumbuhnya perekonomian. Peningkatan bulanan yang melebihi
perkiraan diartikan sebagai indikasi naiknya tekanan inflasi.
I
IFO SURVEY : Survey utama Jerman tentang kondisi
usaha. Diterbitkan per bulan oleh Institute for Economic Research, salah satu
lembaga riset terbesar di Jerman, indeks IFO secara umum dinilai sebagai
indicator penting tentang aktivitas perekonomian, dan terkenal kehandalannya
dalam mengindikasikan perubahan tren pada tingkat pertumbuhan perekonomian
Jerman. Responden survey ini meliputi lebih dari 7.000 perusahaan.
INDUSTRIAL PRODUCTION : Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik, air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca). Peningkatan yang melebihi perkiraan dari indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi, yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya hargaharga obligasi dan naiknya tingkat suku bunga.
INDUSTRIAL PRODUCTION & CAPACITY UTILIZATION
: Industrial Production adalah data bulanan yang mengukur total produksi
dari seluruh pabrik, pertambangan, dan perusahaan pelayanan publik (listrik,
air, gas, transportasi, dan lain-lain). Manufacturing Production, komponen
terbesar dari data Industrial Production, dapat diprediksi secara akurat dari
total jam kerja dari laporan ketenagakerjaan. Salah satu kelemahan terbesar
dari data ini adalah dimasukkannya komponen tingkat produksi pelayanan publik
yang bisa sangat dipengaruhi oleh perubahan (contohnya perubahan cuaca).
Sementara Capacity Utilization merupakan pelengkap dari data Industrial
Production. Capacity Utilization menghitung tingkat penggunaan modal negara
yang dipakai dalam proses produksi tersebut. Data ini naik-turun sejalan dengan
siklus bisnis. Naiknya tingkat produksi akan menyebabkan naiknya juga data ini.
Namun, sangat tingginya tingkat kesulitan dalam menyusun data ini menyebabkan
market kurang mempercayai tingkat akurasinya. Peningkatan yang melebihi
perkiraan dari kedua indikator ini diartikan sebagai naiknya tingkat inflasi,
yang pada gilirannya nanti akan menyebabkan turunnya harga-harga obligasi dan
naiknya tingkat suku bunga.
INITIAL CLAIMS : Indeks pemerintah yang mencatat
jumlah penduduk yang untuk pertama kalinya mengisi klaim tunjangan bagi
pengangguran. Para investor memanfaatkan rata-rata empat mingguan indikator ini
untuk memprediksikan tren ketenagakerjaan. Perubahan sebesar 30.000 atau lebih
menunjukkan perubahan yang substansial dalam pertumbuhan lapangan kerja.
Semakin rendah angka indeks, semakin kuat kondisi ketenagakerjaan.
INITIAL MARGIN : Adalah sejumlah uang yang
disetor oleh investor pada saat pembukaan account sesuai kesepakatan awal yang
dibuat antara nasabah pialang yang besarnya perkontrak umumnya berkisar 5 - 10
% dari nilai kontrak. Besarnya margin berbeda-beda sesuai dengan nilai kontrak
(contract size), waktu, dan gejolak harga yang terjadi. Initial margin
merupakan jaminan uang yang diperlukan oleh penjual maupun pembeli untuk
menjamin kewajiban dari transaksi tersebut.
INJECTION : Adalah penambahan dana yang
dilakukan oleh nasabah akibat dari margin yang tersedia tidak mencukupi untuk
melakukan transaksi atau menahan suatu posisi terbuka.
INSIDE RANGE BAR : Bar harga dimana posisi
tertingginya dan terendah seluruhnya terjadi di dalam bar harga hari
sebelumnya.
INSTITUTE FOR SUPPLY MANAGEMENT (ISM) INDEX : Sebelumnya dikenal dengan NAPM, efektif berubah sejak Januari 2002. Merupakan survei penting pada aktivitas manufaktur AS yang dilakukan oleh Institute for Supply Management (ISM). Laporan biasanya dikeluarkan pada hari pertama kerja pada tiap bulannya, menyediakan pandangan awal yang detail tentang sektor manufaktur sebelum dikeluarkannya laporan employment lain. Survei ini dikenal dengan keakuratan timeliness (jangka waktu) nya, luasnya informasi yang ada, dan angka yang tertera pada headline-nya merupakan fungsi dari enam komponen utama : pembayaran harga, order baru, supplier, pengantaran, produksi, inventaris, dan employment. Perlu dicatat, ketiga komponen terakhir merefleksikan kekuatan supply (penawaran), sementara tiga komponen sebelumnya merefleksikan kekuatan demand (permintaan). Dapat dilihat bagaimana trend relatif antara dua kelompok tersebut (supply dan demand) menggambarkan balance antar dua kekuatan tersebut, dan hal ini memberikan pandangan bagi kebijakan-kebijakan Federal Reserve. Komponen pembayaran harga (Price Paid) secara luas diperhatikan karena komponen ini melibatkan unsur tekanan harga dalam sektor tersebut, angka 50 atau lebih mengindikasikan bahwa sektor tersebut sedang berkembang, sementara angka di bawah 50 menunjukan adanya penyusutan.
INTEREST RATE : Dalam perdagangan mata uang
nilai bunga (interest rate) ditentukan dengan perbedaan antara interest rate
base currency dan quote currency. Interest rates hanya dikenai pada posisi yang
over night.
L
LEADING INDICATORS : Adalah gabungan dari
beberapa indikator ekonomi lainnya. Indeks ini disusun untuk mendapatkan sinyal
tentang tren perekonomian yang lebih up-to-date (terkini) dan konsisten.
LEVERAGE : Merujuk pada margin trading.
Menggunakan kredit dana untuk meningkatkan kekuatan beli/jual.
LIMIT ORDER : Perintah untuk membeli atau
menjual kontrak yang mengindikasikan adanya batasan keinginan untuk melanjutkan
kontrak jika harga melebihi dari yang sudah ditentukan.
LIMIT PROFIT : Sebuah perintah beli atau jual
mata uang pada level harga tertentu pada saat posisi sudah untung.
LIQUID POSITION : Sebuah perintah beli atau jual
untuk keluar (menutup) dari posisi yang terbuka.
LIQUIDITY POOL : Area penyebaran kontrak untuk
membeli atau menjual terjadi, sasaran profit bagi tarders yang akan keluar pada
suatu saat.
LOCKING : Tindakan ini sering dilakukan pada
saat kita dalam keadaan floatingloss. Untuk mengurangi kerugian yang lebih
besar atau mempertahankan keuntungan, kita kunci kerugian atau keuntungan
tersebut dengan posisi yang berlawanan dengan posisi pertama. Sistem ini sering
juga disebut dengan hadging posisi.
LOT : Satuan hitung untuk menyatakan besarnya
transaksi.
LOW : Istilah yang digunakan untuk
mendeskripsikan harga terendah yang diperdagangkan dalam suatu jangka waktu
yang sedang diamati.
LOWER HIGH : Pergerakan harga di dalam suatu
tren turun yang sudah ada, dimana merupakan gerakan tajam menaiknya dibawah
harga gerakan naik sebelumnya.
LOWER LOW : Pergerakan harga di dalam suatu
trend menurun dimana memotong harga dibawah gerakan menurun
awal/sebelumnya.
M
M4 - MONEY SUPPLY : Adalah data yang menghitung
jumlah uang yang beredar dalam suatu perekonomian. Merupakan jumlah dari : •
Jumlah uang yang beredar dalam bentuk koin maupun kertas; • Jumlah pinjaman
dari bank, kepada perseorangan, perusahaan dan bank-bank lain; • Jumlah uang
yang dipinjam oleh pemerintah Para pakar moneter meyakini bahwa Money Supply
ini adalah indikator yang bagus untuk memprediksi tingkat inflasi. Namun,
korelasinya menjadi tidak dapat diandalkan sejak liberalisasi finansial pada
tahun 80’an.
MAINTENANCE MARGIN : Biasa disebut minimum
margin, adalah margin yang harus dijaga atau dipelihara oleh investor dalam
melakukan transaksi yang umumnya sekitar 75- 80% dari margin awal.
MARGIN CALL : Adalah suatu panggilan yang
diterima oleh investor dari pialangnya pada saat dana dari inverstor telah
dibawah dari Maintenance Margin level. Investor harus menambah dananya sampai
ke level Initial Marginnya, kalau tidak posisinya akan ditutup oleh pialang
yang bersangkutan.
MARKET ORDER : Perintah untuk membeli atau
menjual kontrak yang mengindikasikan kebersediaan untuk tetap melanjutkan
kontrak tanpa syarat batasan harga apapun.
MENTAL GAME : Digunakan untuk mendeskripsikan
proses dimana traders harus mengontrol emosi dan respon terhadap kesuksesan dan
kegagalan trading sehingga mengurangi atau menghilangkan kesalahan dalam
trading.
MICHIGAN CONSUMER SENTIMENT INDEX : Adalah hasil survey tentang kepercayaan konsumen yang diselenggarakan oleh University of Michigan. Merupakan indikator kepercayaan konsumen Amerika yang paling banyak diperhatikan. Kepercayaan konsumen adalah indikator penting bagi siklus bisnis karena menyajikan informasi penting tentang penilaian konsumen terhadap kondisi saat ini dan harapan pada masa mendatang. Ini berhubungan erat dengan tingkat pengangguran, inflasi, dan penghasilan riil. Umumnya, kepercayaan konsumen tinggi jika tingkat pengangguran rendah dan tingkat pertumbuhan GDP tinggi. Pasar-pasar finansial menerjemahkan naiknya angka indeks ini sebagai indikasi akan naiknya pula tingkat pengeluaran konsumen. Tingginya tingkat pengeluaran pada gilirannya nanti akan dapat memicu naiknya tingkat inflasi.
MINIMUM PROFIT OBJECTIVE (MPO) : Posisi dimana
asumsi balas jasa mempengaruhi asumsi risiko pada awal pembukaan
perdagangan.
MOMENTUM TRADING : Metode trading yang mengamati
untuk mendapatkan keuntungan potensial yang ditawarkan oleh kejatuhan
pasar.
MOVING AVERAGE (MA) : Indikator teknis yang
diturunkan dari perhitungan rata-rata sederhana dari seluruh harga (pada
umumnya harga penutupan) untuk suatu periode yang sedang diamati. Setengah jam,
200 periode dari MA merupakan rata-rata harga dari harga penutupan selama 200
30 menit terakhir pada bar dalam grafik.
N
NECESSARY MARGIN : Jaminan yang dibutuhkan dalam
satu lot transaksi.
NET CAPITAL FLOWS (TICS DATA) : Adalah data yang
menghitung selisih bersih dari total dana/modal yang masuk dan keluar.
NEW YORK EMPIRE STATE MANUFACTURING INDEX :
Survey bulanan terhadap para industriawan yang diadakan di area New York dan
sekitarnya oleh Federal Reserve New York. Partisipan survey ini mewakili
berbagai macam sektor industri.
NON-FARM PAYROLLS : Jumlah tenaga kerja baru
dari sektor non pertanian yang bekerja baik full-time maupun part-time yang
mendapat upah/gaji resmi dari lebih dari 500 perusahaan swasta maupun
publik.
O
OBLIGASI : Instrumen hutang jangka panjang yang
dapat dipindah tangankan dan diterbitkan oleh borrower (issuer / penerbit)
dengan penerimaan jumlah pokok tertentu dari investor (holder). Penerbit
obligasi berkewajiban membayar bunga yang telah ditentukan kepada holder dengan
waktu pembayaran tertentu sepanjang masa berlakunya obligasi dan membayar
kembali pokoknya pada saat maturity.
ONE CANCELS ORDER (OCO) : Sepasang perintah
untuk menjual dengan perintah untuk membeli. Ketika satu sisi dari salah satu
pasangan gagal, perintah yang lain dibatalkan. OCO paling umum digunakan untuk
menghubungkan perintah penghentian penjualan dengan perintah untuk pembelian,
mengakibatkan perdagangan untuk melakukan penyesuaian dengan sendirinya.
OPEN : Istilah yang digunakan untuk
mendeskripsikan harga pertama perdangan untuk suatu periode yang sedang
diamati.
OPEN POSITION : Transaksi jual/beli yang
dilakukan pada harga market dan posisi tersebut belum diliquidasi
(ditutup).
P
PASAR SEKUNDER : Pasar yang memperdagangkan
instrumen keuangan yang telah diterbitkan.
PASAR UANG : Pasar keuangan dimana kredit,
penempatan dana dan instrumen lainnya yang terkait ditransaksikan.
PAYBACK CYCLE : Istilah digunakan untuk
mendeskripsikan periode strategi kegagalan yang terus menerus mangacu pada
pentimpangan pasar.
PEEK BOTTOM : Turunan dari dua pola dasar dimana
harga kembali pada posisi gerakan menurun yang cukup mempengaruhi; kemudian
setelah salah jatuh, harga kembali menaik.
PENERBIT (ISSUER) : Suatu entitas yang menerbitkan saham atau obligasi untuk dan atas nama entitas tersebut kepada masyarakat.
PENERBIT EFEK BERAGUN ASET : Badan hukum, Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset (KIK-EBA) atau bentuk lain sesuai ketentuan yang berlaku yang mempunyai tujuan khusus melakukan aktivitas Sekuritisasi Aset.
PENNANT : Perubahan saling berkaitan melampaui
waktu selama dasar harga tinggi atau turun.
PERSONAL CONSUMPTION EXPENDITURES – PCE : Kurang
lebih sama dengan CPI, PCE adalah laporan (lebih tepatnya bagian dari laporan
Personal Income) yang dirilis oleh Biro Analisa Ekonomi Departemen Perdagangan.
PCE mengukur tingkat perubahan harga barang-barang dan jasa. Komponen data ini
terdiri dari pengeluaran-pengeluaran rumahtangga kontan maupun kredit untuk
semua jenis barang baik tahan lama, tidak tahan lama, maupun jasa.
PHYSIC TRADING : Perdagangan yang melibatkan
fisik dari perdagangan tersebut. Tempat perdagangan tersebut biasanya disuatu
tempat dimana penjual dan pembeli saling mengetahui/kenal.
PIVOT : Istilah yang digunakan untuk
mendefinisikan tipe perubahan kembali pada posisi dengan jenis V.
PLAY/SETUP : Perilaku harga atau pola grafik
yang membuahkan suatu batas;kadang kala sigunakan sebagai peringatan bahwa
perdagangan sudah dimulai/dipicu.
PRICE REJECTION : Digunakan untuk
mendeskripsikan pergerakan harga yang mencoba untuk naik atau turun dan secara
cepat ditolak oleh penjual atau pembeli yang terselubung.
PRICE TARGET/ PROFIT OBJECTIVE : Posisi harga
yang sudah ditentukan dimana profit akan didapat.
PRODUCER PRICE INDEX (PPI INPUT) : Index ini
mengukur perubahan harga dari bahan-bahan mentah yang digunakan dalam proses
industri manufaktur.
PRODUCER PRICE INDEX (PPI) : Adalah sekumpulan
indeks yang menghitung tingkat perubahan harga jual barang dan jasa pada
periode waktu tertentu yang diterima oleh para produsen domestik. Singkatnya,
PPI mengukur tingkat perubahan harga dari perspektif penjual. Tidak sebagus CPI
dalam mengindikasi tekanan inflasi. Tetapi karena memasukkan komponen
barang-barang yang sedang dalam proses produksi, PPI seringkali dapat sekaligus
memperkirakan CPI.
PSNCR - PUBLIC SECTOR NET CASH REQUIREMENT :
Adalah jumlah uang yang harus dipinjam pemerintah untuk membiayai
pengeluaran-pengeluarannya. Sebab pemerintah seringkali mengeluarkan lebih dari
yang mereka terima dari penerimaan pajak, dan satu-satunya cara untuk menambah
kekurangannya adalah dari meminjam.
PURCHASING MANAGER'S INDEX (PMI) : PMI merupakan
indeks gabungan dari lima indikator utama, yang meliputi unsur : Order, Tingkat
Persediaan, Produksi, Pengiriman, dan Tenaga Kerja. Angka indeks di atas 50
berarti industri mengalami ekspansi, di bawah 50 berarti mengalami kontraksi.
Indeks ini dinilai sebagai indikator penting dan dianggap indikator terbaik
dalam mengukur tingkat produksi. Indeks ini juga dapat mendeteksi tekanan
inflasi dan aktivitas perindustrian.
PUT OPTION : Put Option memberikan hak kepada
buyer untuk menjual instrument underlying.
Q
QUOTATION : Sering disebut quote dan juga
menunjukan harga bid/ask.
R
RAMP : Kenaikan harga yang ekstrem/terjal.
RELATIVE STRENGTH INDEX (RSI) : Studi analisis
yang memberi sinyal apabila RSI mendekati 20 % atau sama dengan atau lebih
kecil atau oversold maka better untuk open position Buy. Apabila RSI mendekati
80 % atau sama dengan atau lebih kecil atau overbought maka better untuk open
position Sell.
RESIKO HUKUM : Risiko yang timbul dari kelemahan
aspek yuridis, yang diakibatkan oleh tuntutan hokum, ketiadaan regulasi
perundang-undangan yang mendukung, atau kelemahan perikatan seperti tidak
dipenuhinya syarat sah-nya kontrak dan pengikatan agunan yang tidak
sempurna.
RESIKO KEPATUHAN : Risiko yang disebabkan karena
perusahaan tidak mematuhi atau tidak melaksanakan regulasi perundang-undangan
dan ketentuan lain yang berlaku.
RESIKO KREDIT : Risiko kerugian yang terkait
dengan kemungkinan kegagalan counterparty memenuhi kewajibannya; atau risiko
bahwa debitur tidak membayar kembali utangnya.
RESIKO LIKUIDITAS : Risiko kerugian yang
disebabkan oleh ketidakmampuan suatu badan usaha memenuhi kewajiban yang telah
jatuh tempo.
RESIKO OPERASIONAL : Resiko kerugian yang
diakibatkan oleh kegagalan atau tidak memadainya proses internal, kesalahan
manusia dan kegagalan sistem, atau sebagai akibat dari masalah eksternal.
RESIKO PASAR : Resiko kerugian yang timbul
akibat pergerakan harga pasar atas posisi yang diambil oleh Bank / Lembaga
keuangan baik pada sisi on maupun off balance sheet.
RESIKO POSISI EKUITAS : Potensi kerugian yang
timbul akibat perubahan harga saham.
RESIKO POSISI KOMODITI : Potensi kerugian yang
timbul akibat perubahan harga komoditi.
RESIKO REPUTASI : Risiko terjadinya potensi
kerusakan bagi perusahaan yang diakibatkan oleh opini publik yang
negatif.
RESIKO SPESIFIK : Risiko yang timbul akibat
pergerakan harga atas surat berharga individual yang disebabkan oleh
factorfaktor yang terkait dengan surat berharga atau penerbitnya.
RESIKO STRATEGIS : Risiko yang terkait dengan
pengambilan keputusan bisnis jangka panjang yang tidak tepat yang diambil oleh
Direksi atau karena penetapan dan pelaksanaan strategi perusahaan yang tidak
tepat.
RESISTANCE : Sekelompok harga-harga tertinggi
yang terjadi beberapa waktu yang lalu dan membentuk suatu kekuatan harga yang
sulit untuk dilalui oleh pergerakan masa berikutnya.
RETAIL SALES : Data ini menghitung total
penerimaan toko-toko ritel, tanpa memasukkan komponen pengeluaran untuk sektor
jasa di dalamnya. Data bulanan ini menunjukkan persentase perubahan dari data
bulan sebelumnya. Angka negatif menunjukkan jumlah penjualan menurun dari
penjualan bulan sebelumnya.
REVERSAL CANDLESTICK : Istilah yang digunakan
untuk mendeskripsikan bar lilin yang mengindikasikan perubahan harga berbalik
secara tiba-tiba pada suatu periode waktu.
REVERSION TO THE MEAN : Kecenderungan pasar yang
bergerak menuju situasi ekstrem, kemudian kembali pada situasi harga ratarata.
Kadang kala digunakan untuk mendefinisikan strategi trading yang didasari oleh
kecenderungan umum pasar.
RINSE AND RUN : Situasi perubahan berbalik ke
arah wajar yang dapat muncul setelah gerakan naik turun memicu sekelompok
penjual yang tersebar berhenti melakukan penjualan. Harga akan kembali ke
kondisi semula setelah pelaku pasar yang timbul tenggelam memperoleh keuntungan
dari flutuasi harga tersebut (keluar dari pasar).
RINSE MOVE/RUNNING THE STOP : Gerakan maju dan
kuat dari harga yang dikendalikan oleh spekulan dimana membawa fluktuasi harga
untuk menguji area harga dimana tersebar banyak penjual yang menghentikan
penawarannya; gerakan harga dikendalikan hanya oleh peminat yang ingin memicu
perintah untuk berhenti melakukan penawaran.
RISK MANAGEMENT : Tingkat resiko yang dapat
ditekan seminimal mungkin dalam menjalankan atau mengelola investasi.
S
SCALP : Perdagangan yang mencari satu gerakan
harga di dalam tren, dan akan ditinggalkan sebelum tejadi suatu perubahan/koreksi;
biasanya perdagangan dengan jangka waktu yang singkat.
SEKURITISASI ASET : Penerbitan surat berharga
oleh penerbit efek beragun asset yang didasarkan pada pengalihan aset keuangan
(terdiri dari kredit, tagihan yang timbul dari surat berharga, tagihan yang
timbul di kemudian hari / future receivables, dan asset keuangan lainnya yang
setara) dari kreditur asal / pihak yang mengalihkan aset keuangan yang diikuti
dengan pembayaran yang berasal dari hasil penjualan efek beragun asset tersebut
kepada pemodal / investor / pihak yang membeli Efek Beragun Aset.
SERTIFIKAT DEPOSITO : Surat berharga yang
diterbitkan Bank sebagai bukti simpanan pada bank tersebut yang mencantumkan
tanggal jatuh tempo dan nilai pokok serta bunga yang harus dibayar kembali pada
saat jatuh tempo.
SETUP AND FLUSH : Pendeskripsikan pemposisian
kembali pola harga yang cepat dan berhasil hilang. Kekurangan dari pola
tersebut akan mengikuti dengan adanya pemicu, yaitu kepanikan kecil ketika
seluruh pelaku pasar menyadari bahwa spekulan telah menang dan akan
meninggalkan pasar.
SHOCK EVENT : Satu bagian dari pergerakan harga
yang mengejutkan, berita, atau aksi pasar lain yang menyebabkan harga bergerak
tajam sejalan ketika pasar menerima informasi baru; kadang kala saat dimana
trend pasar berubah.
SIDEWAY : Adalah keadaan di mana tren mata uang
bergerak cendrung turun naik antara support dan resistant dalam satu periode
tertentu. Ini disebabkan adanya market yang libur terutama market Amerika
Serikat.
SLIPPAGE : Perbedaan antara tingkat harga yang
diinginkan untuk melihat harga aktual yang dihadapi.
SNAPBACK : Perubahan kembali harga (pada umumnya
perubahan tajam dan fluktuatit) yang muncul setelah pasar mengalami euphoria
atau kapitulasi. Juga dapat digunakan untuk mendeskripsikan pasar dengan cepat
kembali pada posisi resistance atau support.
SPOT FOREX : Transaksi jual beli valuta asing
yang penyerahan dananya / settlement adalah 2 (dua) hari kerja setelah tanggal
transaksi dengan nilai tukar yang telah disepakati sebelumnya.
SPREAD : Selisih harga jual (sell) dan harga
beli (buy) yang dikenal juga dengan harga bid dan ask.
STABILITAS KEUANGAN : Terjaganya keadaan dimana
kapasitas lembaga keuangan dan pasar untuk menyelenggarakan kegiatan.
penyimpanan dana secara efisien, menyediakan
likuiditas dan mengalokasikan investasi tidak terganggu.
STABILITAS MONETER : Stabilitas dalam nilai
uang.
STOCHASTIC : Study analisis yang memberi sinyal
apabila Stochastic mendekati 0-20% sama dengan atau lebih kecil maka better
untuk position Buy. Apabila Stochastic mendekati 80% sama dengan atau lebih
kecil maka better untuk open position Sell. Apabila ditengah-tengah lihat
historical sebelumnya.
STOP : Tingkat harga dimana pasar menunjukkan kesalahan kita, dan dimana posisi kita akan keluar dan mengalami kerugian.
STOP BLOWING : Digunakan untuk mendeskripsikan
pelaku pasar yang memilih untuk tidak memperdulikan posisi batas kerugian .
Kadang kala menyebabkan kerugian yang besar.
STOP JUMPING : Digunakan untuk mendeskripsikan
pelaku pasar yang memilih untuk keluar sebelum posisi batas kerugian
terlampaui, kadang kala menghasilkan kerugian dimana kemungkinan menguntungkan
juga dapat terjadi.
STOP LIMIT ORDER : Perintah untuk membeli atau
menjual kontrak yang akan mengirimkan pesanan pasar pada perdagangan secepat
mungkin ketika harga pada posisi berhenti terjadi. Tipe pesanan yang paling
sering digunakan ketika memasuki suatu posisi.
STOP MARKET ORDER : Perintah untuk membeli atau
menjual kontrak yang akan mengirimkan pesanan pada suatu perdagangan/pertukaran
secepat posisi harga dalam kondisi berhenti bergerak. Tipe atau metode yang
paling sering digunakan untuk melakukan pemberhentian penjualan yang
aman.
STOP ORDER : Sebuah perintah beli atau jual mata
uang pada level harga tertentu untuk menutup posisi dalam keadan rugi pada
level tertentu.
STOPPED OUT : Digunakan untuk mendeskripsikan
perdagangan yang telah melampaui posisi berhenti dan telah ditutup untuk
menstop kerugian.
T
TAGIHAN DERIVATIF : Tagihan karena potensi
keuntungan dari suatu perjanjian / kontrak transaksi derivatif (selisih positif
antara nilai kontrak dengan nilai wajar transaksi derivatif pada tanggal
laporan), termasuk potensi keuntungan karena mark to market dari transaksi spot
yang masih berjalan.
TAPE : Istilah yang digunakan untuk
mendeskripsikan alur harga dan informasi volume yang berada di dalam bagian
jangka waktu dan penjualan.
TAPE READING : Istilah yang digunakan untuk
mendeskrisikan proses prediksi suatu kemungkinan pergerakan harga oleh
mengobservasi harga mentah dan informasi volume.
TEKNIKAL ANALIS : Analisa yang dilakuka secara
teknikal dengan menggunakan metode grafik yang menjelaskan harga dan value data
pada masal yang lampau untuk meramalkan pergerakan harga pada masa yang akan
datang.
THIRTY MINUTE RANGE : Istilah yang digunakan
untuk mendefinisikan jarak pergerakan harga yang dialami pasar selama setengah
jam pertama perdagangan terjadi. Lebih sering digunakan sebagai cara untuk
memicu beberapa perubahan kembali pada rata-rata dan perbedaan dasar
harga.
TIME STOP : Strategi keluar dari pasar yang menggunakan suatu jangka waktu tertentu untuk mengindikasikan kegagalan perdagangan dan memicu untuk keluar dari pasar.
TRADE BALANCE : Trade balance adalah selisih
bersih dari nilai ekspor dan impor barang dan jasa suatu negara dalam suatu
periode tertentu. Angka positif menunjukkan surplus (ekspor melebihi impor),
negatif menunjukkan defisit (impor melebihi ekspor).
TRADE PLAN : Rencana taktis yang diciptakan
untuk menentukan kriteria keputusan untuk memasuki, keluar, dan berhenti
melakukan tindakan; proses dimana menejemen analisa perdagangan mengganti
perdagangan yang berdasar pada emosional.
TRADED MARKET RISK : Risiko kerugian nilai
investasi yang terkait dengan kegiatan pembelian dan penjualan instrument keuangan
di pasar secara berkesinambungan untuk mendapatkan keuntungan.
TRADER ORDERS : Perintah untuk membeli atau
menjual mata uang pada posisi tertentu dalam kisaran harga tertentu.
TRAILLING STOPS : Proses untuk memindahkan
posisi untuk mengurangi risiko berlebihan atau untuk melindungi keuntungan
ketika perdagangan bergerak pada arah yang tepat.
TREND CHANGE : Transisi dari pasar yang membuat
peningkatan tertinggi dan peningkatan terendah menuju rendah tertinggi dan
rendah terendah, dan sebaliknya.
TREND FOLLOWERS : Pelaku pasar yang menggunakan
strategi trading yang memposisikan pergerakan mereka sejalan dengan tren pasar
terbaru.
TRENDLINE : Garis lurus digambar melalui
titik-titik gerakan harga tertinggi dan terendah. Kadang kala digunakan untuk
mendefinisikan posisi masuk dan berhenti pada pola tringle-base.
TRIANGLE/VOLATILITY CONSTRICTION : Periode waktu
dimana volatilitas pasar bergerak menurun; digunakan untuk mendeskripsikan
perilaku yang muncul pada penghentian pelebaran volatilitas atau pola
triangle.
TRIGGER : Tingkat diatas atau dibawah dimana
digunakan untuk memulai suatu posisi.
U
UNEMPLOYMENT RATE : Adalah persentase dari
mereka yang aktif mencari lowongan pekerjaan namun belum mendapatkan
pekerjaan.
UP TREND : Adalah keadaan dimana trend mata uang
sedang bergerak naik.
V
V-TYPE REVERSAL : Perubahan kembali pada posisi
awal dimana harga bergerak pada area-area terendah ataupu pada areaarea
tertinggi dan kembali lagi.
VARIATION MARGIN : Merupakan tambahan margin
yang disetor karena besaran margin selanjutnya telah berada dibawah dari
besaran margin awal, sebagai akibat pergerakan harga yang berlawanan dengan
yang diperkirakan semula.
VOLATILITY EXPANSION BREAKOUT : Penghentian dari kondisi pasar yang mengalami valatilitas dimana pada umumnya bergerak menuju pada suatu tren yang kuat.
VOLUME : Istilah pengukuran digunakan untuk
mendeskripsikan besar dari kontrak yang diperdagangkan di dalam suatu periode
tertentu.
VOLUME SPIKE : Periode waktu dimana terjadi
perdagangan lebih tinggi dibandingkan rata-rata volume, digunakan sebagai tanda
kepastian untuk kondisi support atau resistance, euphoria atau
capitulation.
W
WHIPSAW / RINSE : Pergerakan tidak beraturan
yang tidak diperkirakan yang memicu atau datang mendekati untuk memicu posisi
berhenti melakukan penjualan.
WHOLESALE INVENTORIES : Laporan Wholesale
Inventories ini mencakup statistik persediaan dan penjualan dari tahapan kedua
proses manufaktur. Meski demikian, data penjualan dalam laporan ini tidak
menggambarkan secara jelas mengenai belanja per kapita sehingga karenanya tidak
berpengaruh signifikan bagi market. Wholesale Inventories kadang menunjukkan
perubahan yang cukup tajam mengubah angka persediaan agregat (persediaan
agregat adalah jumlah keseluruhan dari persediaan pada level manufaktur,
grosir, dan ritel), yang mungkin berdampak pada proyeksi GDP. Jika demikian,
Wholesale Inventories mungkin memicu reaksi kecil dari market. Namun, data ini
lebih sering lewat begitu saja tanpa diperhatikan kecuali oleh para pakar
ekonomi.
Z
ZEW CURRENT SITUATION DAN ECONOMIC SENTIMENT : Adalah hasil survey dari lembaga riset ZEW Jerman yang memberikan gambaran dan penilaian mengenai kondisi perekonomian Jerman saat ini.
Komentar
Posting Komentar