Teknologi internet dari tahun ke tahun terus mengalami kemajuan. Awal muula web hanya bisa menampilkan informasi dan bersifat statis, kini sudah menjadi gudangnya informasi dan melibatkan transaksi antar pengguna melalui jejaring sosial seperti facebook dan instagram.
Awalnya internet hanya digunakan oleh kalangan tertentu saja, kini semua kalangan sudah bisa menggunakannya. Apalagi semenjak kegiatan mengajar dan bekerja dilakukan daring (online).
Evolusi internet kini berada pada generasi ke 3 yang dikenal dengan Web 3.0. Sebelum masuk ke Web 3.0 kita bahas dulu Web 1.0 dan Web 2.0.
Evolusi Web 1.0
Generasi pertama web di buat pada tahun 1989 sampai 2005. Diciptakan oleh Sir Tim Berners Lee. Teknologi Web 1.0 ini bersifat pasif sehingga hanya bisa dibaca dengan interaksi minimal antara pengguna.
Jadi hanya sebatas menerima informasi semata. Sehingga pengguna tidak bisa mengubah data apapun, maka dikatakan statis.
Evolusi Web 2.0
Generasi kedua, Web 2.0 atau web generasi kedua ini memungkinkan pengguna untuk membuat dan berbagi konten yang didistribusikan melalui berbagai platform dan aplikasi karena bersifat dinamis.
Dibuat pada tahun 2005 dan masih aktif digunakan sampai saat ini. Teknologi Web 2.0 diciptakan oleh Darcy DiNucci namun dipopulerkan oleh Tim O'Reilly dan Dale Dougherty pada akhir tahun 2004
Mengenal Web 3.0
Genenari masa depan teknologi web yang digadang-gadang sebagai web terdesentralisasi yang dapat memahami, menggabungkan dan menafsirkan informasi dengan lebih personal sehingga memberikan pengalaman lebih interaktif bagi pengguna.
Manfaat teknologi blockchain, perangkat lunak open-source, teknologi VR (Virtual Reality), internet of Things (IoT), dan lain-lain.
Web 3.0 dibangun dengan tujuan membuat internet lebih terbuka dan terdesentralisasi. Pada Web 2.0, kita sangat bergantung pada penyedia jaringan dan seluler yang mengawasi informasi melalui sistem mereka. Apalagi sering terjadi pembajakan, kebocoran identitas dan server down yang mengganggu kenyamanan da keamanan kita sebagai pengguna.
Fitur Utama 3.0
Sebagai teknologi masa depan internet yang dibangun dengan jaringan blockchain, ada beberapa fitur utama dalam teknologi Web 3.0.
- Ubikuitas
- Web Semantik
- Kecerdasan Buatan
- Grafik 3D
- Tidak terpusat alias 100% terdesentralisasi
- Interkonektivitas informasi meningkat
- Pencarian dan metadata lebih baik
- Meningkatkan periklanan dengan lebih baik
- Layanan dukungan pelanggan yang lebih baik
Dalam teknologi Web 3.0, setiap data akan saling terhubung secara terdesentralisasi. Secara sistem sama dengan implementasi teknologi blockchain pada cryptocurrency. Jadi baik crypto, blockchain, dan Web 3.0 akan saling terkait dan diprediksi beroprasi secara bersama, terintegrasi juga otomatis dengan melalui DApps dan smart contract.
Crypto, blockchain dan Web 3.0 dapat digunakan untuk transaksi mikro, penyimpanan file data peer-to-peer, sharing data dengan aplikasi seperti filecoin, jadi tidak lagi membutuhkan pihak ketiga.
Mengingat internet sudah menjadi bagia hidup manusia dalam beraktivitas, sehingga kita sudah pasti sangat bergantung dengan internet. Baik dalam belajar, bekerja, berbisnis, berinteraksi dan kegiatan apapun dengan internet. Web 3.0 dengan segala kecanggihannya kini disebut sebagai masa depan internet.
Jika semua beralih ke Web 3.0, maka kemungkinan kedepannya proyek-proyek kripto pun akan semakin berkembang dan mungkin saja banyak bermunculan proyek-proyek baru yang menawarkan berbagai solusi. Hal ini bisa saja menjadi sinyal kenaikan harga kripto.
Jadi sudah siapkah anda untuk masuk ke dunia internet yang baru?
Jangan panik tetap santai dan jangan lupa bahagia
Siap terjun bosq, sesuai planing di kasih arahan 😘
BalasHapus